PKS Pastikan sudah miliki nama untuk calon Gubernur DKI

0
35

DKI Jakarta mencari figur Gubernur yang dapat memusatkan pada pembangunan ditengah problem kota besar yang belum seratus persen ditangani seperti kemacetan dan ancaman banjir.

RRI Jakarta – Hari ini adalah hari terakhir pendaftaran calon Gubernur dan Wakil Gubernur pada pemilukada DKI Jakarta 2012.
Menjelang penutupan, bursa pasangan calon yang bermunculan untuk saling berkompetisi makin menarik.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memastikan partainya sudah memiliki nama untuk diusung dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta 2012. Rencananya, calon itu akan didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) pada detik-detik terakhir penutupan pendaftaran pada tengah malam ini.

Salah seorang anggota Majelis Syuro PKS Suryama M Sastra membantah bila belum diumumkannya nama calon dari PKS karena masih menunggu pinangan dari Partai Demokrat .

Suryama menerangkan, PKS masih menunggu calon-calon yang akan menjadi lawannya dalam pemilihan yang akan berlangsung pada 11 Juli mendatang.

”Oh enggak. Kita khan dengan kuris di DPRD punya peluang untuk memunculkan kandidat sendiri. Meski belum mengetahui kabar teraktual namun informasi yang ada, PKS sudah memiliki nama calon Gubernur. Kita punya Plan A, Plan B dan Plan C. Tunggu saja pendaftarannya pada detik detik pendaftaran ditutup malam ini,”kata Suryama saat dihubungi RRI Jakarta, Senin (19/3) pagi.

Sebelumnya ramai diberitakan, PKS sudah mengusung Triwisaksana meski belum pasti kursi calon gubernur atau wakil gubernur. Dengan 17 kursi yang dimiliki di DKI, sebenarnya PKS sudah memenuhi syarat minimal bagi partai politik untuk mengusung sendiri kandidatnya.. Adapun syarat minimal yakni memiliki 14 kursi di DPRD DKI Jakarta.

Dengan munculnya calon dari PKS, Pakar Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Indoneia, Effendy Ghazali memprediksi, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta maksimal ada enam pasang, dua diantaranya dari jalur perseorangan.

“Calon perseorangan lahir bukan karena benci para parpol. Dia ibarat vaksin untuk mendorong agar partai politik memperbaiki dirinya.Di berbagai belahan dunia manapun termasuk di Indonesia, kalau calon perseorangan menang lantas dia benar benar berpihak kepada rakyat seharusnya sejalan dengan DPRD, malah berbahaya jika wakil rakyat di lembaga Dewan Perwakilan berseberangan dengan calon dari perseorangan tadi, karena harus berhadapan dengan rakyatnya,”kata Effendi Ghazali saat berbincang dengan RRI Jakarta, Senin (19/3).

“Saya melihat kans Faisal Basri besar karena konsepnya sederhana, pesaingnya tidak popular sementara Fauzi Bowo meski beberapa survey menyebut masih kuat bakal mendapat ujian berat untuk bisa menang. Jokowi, kendalanya juga sama saja, dia masih harus diuji apakah semua orang sejalan dengan konsepnya yang memihak orang kecil. Tinggal kita lihat siapa calon dari PKS ? Apakah partai ini maju sendiri atau berkoalisi dengan partai lain”kata Effendi Ghazali.

Pasangan pertama adalah pasangan Alex Noerdin-Nono Sampono yang diusung partai Golkar P3 dan PDS. Pasangan kedua adalah pasangan Fauzi Bowo yang wakilnya belum definitive. Pasangan ketiga Jokowi yang saat masih menjabat Walikota Solo dengan wakilnya yang masih belum juga diumumkan.

Sementara satu calon dari PKS yang masih belum definitive antara Triwisaksana, Hidayat Nurwahid atau Ahmad Heryawan yang masih menjabat Gubernur Jawa Barat.Kelima, pasangan calon perseorangan Hendardji Soepandji-A Riza Patria dan pasangan keenam adalah Faisal Basri-Biem Benyamin. (bp-a1/jpi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here