Ini dia tiga mobil nasional yang sudah lolos uji type

0
55

Industri mobil nasional diperkirakan bakal semarak dengan mobil-mobil buatan dalam negeri. Selain Esemka yang sedang menunggu hasil tes uji emisi, sebenarnya tiga mobil buatan dalam negeri yang sudah lolos uji tipe.

RRI Jakarta- Sebagai salah satu negara pasar otomotif terbesar dunia, sudah saatnya Indonesia memiliki mobil nasional yang bisa diandalkan.

Adalah mobil esemka. Mobil buatan anak anak SMK yang sedang naik daun dan menjadi pergunjingan masyarakat bawah hingga atas itu disebut-sebut bakal menjadi cikal bakal mobil nasional.

Tapi tahukah anda, selain mobil esemka yang saat ini baru menjalani uji emisi, sebenarnya ada tiga mobil lainnya yang sudah lolos dalam uji tipe dari Kementerian Perhubungan.

Tiga mobil tersebut adalah Kancil, Inobus dan Tawon. Mereka menurut Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, Bambang S Ervan sudah melalui pengujian tipe di Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor di Bekasi dan dinyatakan sudah lolos.

“Mereka sudah lolos uji tipe meski perkembangannya tidak jelas. Seperti Kancil dan Tawon misalnya,” kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, Bambang S Ervan saat dihubungi RRI Jakarta, Selasa (28/2/2012) pagi.

Masih menurut Bambang, selain Kancil, Inobus dan Tawon, ada satu lagi mobil buatan PT Inka yang sedang mengusulkan uji tipe yakni Gea.

“Untuk Gea masih ada yang perlu diperbaiki lagi, sehingga belum lolos,” tandasnya.

Dijelaskan Bambang, dalam uji tipe produk mobil akan diperiksa seluruh fungsi dalam kendaraan tersebut.

Beberapa pengujian yang penting selain kemudi dan wiper, antara lain adalah pada sistem rem, dan lampu.

Ditanya mengenai Esemka, Bambang mengatakan, mobil tersebut akan diperlakukan sama dengan mobil lainnya yang melakukan uji tipe.

“Mereka bakal menjalani pengujian yang sama, jadi kalau ada yang belum memenuhi syarat maka akan diminta untuk diperbaiki lagi,” tandasnya.

Dijelaskannya, bukan hanya produsen baru yang sering tidak memenuhi syarat, bahkan produsen mobil besar yang telah punya nama pun sering mengalami kendala seperti itu.

Bahkan ada sejumlah merk mobil yang harus di-recall karena sparepartnya ternyata tidak memenuhi syarat. “Kalau sudah lolos ternyata ada kendala maka akan direcall dan itu menjadi tanggung jawab produsen untuk memperbaikinya,” tegas Bambang. (bp-a1/jpi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here