Ancaman banjir di Banten masih besar

0
34

Meski banjir yang melanda sebagian wilayah Provinsi Banten mulai surut namun ancaman bencana serupa untuk kawasan itu belum bisa dikatakan berkurang.

RRI Jakarta- Warga Banten diminta tetap mewaspadai ancaman banjir yang diperkirakan masih berpeluang terjadi.
Kepala Badan Meterologi Klimatologi (BMKG) Serang, Parmin mengatakan, hingga akhir bulan Maret 2012 mendatang, peluang cuaca ekstrim masih akan sangat besar akibat pertemuan masa uap air yang menimbulkan pertumbuhan awan-awan konvektif.

“Akibat konvergensi itu pertumbuhan awan-awan konvektif berdampak pada perubahan angin kemudian menimbulkan petir dan angin putting beliung dan bisa mempengaruhi tinggi gelombang,”kata Parmin kepada wartawan RRI Jakarta Nasrudin Jahari di Serang, Banten.

Bencana banjir besar di Banten, pernah melanda kawasan tersebut pada 1996, 1999 dan 2001 lalu. Selain banjir, anaman bencana lain yang masih berpeluang menurut Parmin adalah gempa bumi.

Potensi didaerah Banten bisa terjadi gempa besar jika patahannya vertical. Sifat gempa di Banten periodic. Jika terjadi gempa di barat kemungkinan akan terjadi di daerah Timur dan bisa merembet ke Banten,”ujarnya.

Sungai meluap

Penyebab banjir akibat di Serang ini adalah akibat meluapnya sejumlah sungai besar akibat curah hujan yang tinggi.

Meluapnya sungai-sungai besar itu membuat lebih dari 15 ribu rumah di Kabupaten Pandeglang, Lebak, Serang, sebagian Kota Cilegon, dan Serang terendam.

Tak hanya itu, banjir ini sempat membuat ruas tol Jakarta-Merak tak bisa dilalui kendaraan. Saat ini, arus lalu lintas dari Jakarta menuju Merak sudah dapat dilalui, namun arah sebaliknya sampai hari Senin (16/1/2012) masih terjadi antren kendaraan karena banyak warga yang mengungsi dengan mendirikan tenda di jalan tol.

Banyak warga Kampung Undar Andir Kecamatan Kragilan Serang yang didominasi anak-anak meminta bantuan kepada para pengendara yang melintas.

Banjir di Serang Banten sempat membuat ruas tol Jakarta-Merak tak bisa dilalui kendaraan. Banyak koban banjir dari Kampung Undar Andir Kecamatan Kragilan Serang yang didominasi anak-anak meminta bantuan kepada para pengendara yang melintas.

“Kami terpaksa meminta-minta karena persediaan beras sudah terendam air,”kata Madali, seorang pengungsi di jalan tol.

Meski tidak menampik sudah ada bantuan Mie Instan dari pemerintah setempat, namun karena kurang koordinasi banyak warga yang tidak menerima bantuan.

“Yang paling parah tuh di sini di Kampung Undar Andir. Lebih baik bantuan diserahkan disini saja (di tenda pengungsian yang didirikan warga, red) untuk dibagi rata kepada warga korban banjir,”kata Edi warga Undar Andir.

Bantuan Mensos

Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufri menyerahkan bantuan senilai Rp1,4 miliar bagi warga korban banjir akibat meluapnya Sungai Ciujung dan berapa sungai lainnya di tiga kabupaten, yakni Lebak, Pandeglang dan Kabupaten Serang di Provinsi Banten.

Bantuan dari Kementerian Sosial berupa makanan, pakaian, peralatan rumah tangga tersebut, secara simbolis diserahkan langsung oleh Mensos didampingi Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah kepada warga korban banjir, di Desa Undar-andir Kecamatan Kragilan, di Serang, Senin.

“Saat ini yang penting adalah penanganan pascabanjir. Untuk itu, Kementerian Sosial memberikan bantuan makanan dan kebutuhan pokok lainnya sebanyak delapan truk,” kata Salim Segaf Al-jufri saat meninjau lokasi pasca banjir di Kecamatan Kragilan Serang bersama Gubernur Banten dan Wakil Menteri PU Hermanto Dardak.

Bantuan yang diserahkan Mensos tersebut di antaranya 10 tenda pengungsi, 16.500 kilogram beras, tenda dapur umum lima unit, 1.000 matras, pakaian dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya, senilai 1,4 miliar yang dibawa dengan delapan kendaraan truk.

Sementara itu, Gubernur Banten juga menyerahkan bantuan yang akan didistribusikan untuk dua lokasi banjir, yakni di Kecamatan Kragilan Kabupaten Serang dan di Kecamatan Wanasalam Kabupaten Lebak yang dibawa dalam dua kendaraan truk. Bantuan yang diserahkan Gubernur Banten untuk korban banjir tersebut berupa beras, mi instan, pakaian dan kebutuhan alat rumah tangga.

Ratu Atut Chosiyah mengatakan, untuk mengantisipasi banjir dalam jangka panjang, Pemerintah Provinsi Banten akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) dan pihak terkait, untuk bisa mempercepat proses pembangunan Waduk Karian di Kabupaten Lebak.

“Keberadaan waduk Karian tentunya diharapkan akan mampu mengantisipasi banjir seperti ini, karena nantinya bisa menampung aliran air dari Sungai Ciujung dan Cidurian,” kata Ratu Atut.

Sedangkan untuk penanganan banjir di sejumlah kecamatan di Kabupaten Pandeglang, pihaknya sedang berupaya membangun sodetan sungai, yang rencananya bisa selesai pada tahun ini. (bp-a1/nsj)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here