Serikat Pekerja kereta api tetap ancam mogok

0
38

Aksi mogok mengoperasikan kereta di Pulau Sumatera dan Jawa oleh pekerja kereta api akan dilakukan pada hari Selasa (6/12/2011) selama tiga jam saat jam-jam sibuk.

PT Kereta Api Indonesia merasa diperlakukan tidak adil karena tidak diperbolehkan membeli BBM dengan harga subsidi.

RRI Jakarta- Masyarakat pengguna kereta api harus mengantisipasi tanggal 6 Desember 2011 agar menggunakan angkutan umum lainnya karena ada rencana pekerja PT Kereta Api akan mogok massal.

Mateta Rizalulhaq, salah seorang koordinator Serikat Pekerja (SP) PT Kereta Api Indonesia Daops 1 Jakarta mengatakan rencana itu bukan ancaman tapi sebuah sikap yang kalau tidak ditanggapi oleh pemerintah kereta pada saat itu berhenti beroperasi.

Adapun latar belakang rencana mogok massal ditempuh karena selama ini seruan mereka agar diperlakukan adil dalam membeli BBM tidak digubris pemerintah yang tetap memberlakukan harga non subsidi untuk kereta yakni sebesar Rp 9 ribu per liter. Jika kondisi dibiarkan maka PT Kereta Api akan menanggung beban hingga Rp 400 miliar per tahun.

“Kami ingin menuntut keadilan. Kami kan salah satu angkutan publik juga, kenapa harus membeli BBM dengan harga industry yakni sebesar Rp 9 ribu padahal angkutan umum lain, termasuk pemilik mobil mewah sekalipun diperbolehkan membeli BBM subsidi sebesar Rp 4.500.”kata Mateta Rizalulhaq saat dikonfirmasi RRI Jakarta seputar rencana aksi mogok massal yang di gaungkan dari kantor pusat PT KAI di Bandung, Jawa Barat.

Tidak dijelaskan secara detil rencana aksi mogok operasi yang akan dilakukkan 31 ribu karyawan kereta api, namun informasi yang berhasil kami himpun, aksi akan dilakukan pada hari Selasa tanggal 6 Desember 2011 selama tiga jam saat jam-jam sibuk dimulai pukul 5 pagi.

“ Perjuangan ini untuk kepentingan masyarakat yang sering mengandalkan kereta dalam melakukan mobilitas. Sebab kalau tuntutan ini tidak dipenuhi maka akan mengganggu kelangsungan perusahaan kereta,”tambah Mateta.

Sebelumnya, ribuan karyawan kereta sempat melakukan unjuk rasa di depan gedung Kementrian ESDM pada 13 Oktober. Namun saat itu pelayanan masyarakat tidak terganggu walaupun sekitar 1.700 karyawan turun ke jalan mengikuti demo.

Rencana aksi mogok kali ini kabarnya sudah diketahui oleh semua kementrian yang terkait dan bahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah disurati oleh pengurus serikat pekerja. (bp-a1/jpi)

Last Updated on Wednesday, 23 November 2011 13:26

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here