Thu07312014

Last update10:36:08 PM GMT

Kriminalitas di Jakarta meningkat

  • PDF
Aksi kejahatan menjadi pekerjaan berat buat Gubernur baru DKI Jakarta lima tahun mendatang. Foto: Ilustrasi

Aksi kriminalitas di  ibu kota DKI Jakarta makin mencemaskan. Perlukah menghidupkan kembali penembak misterius atau petrus seperti pada era tahun 80-an ?

 

RRI Jakarta- Aksi kejahatan di ibu kota DKI Jakarta tidak pernah surut. Perlu ada tindakan atau terapy kejut kepada para pelaku tindak kejahatan agar warga tidak semakin takut.

 

Salah satu yang patut dipikirkan menurut kriminolog Universitas Indonesia, Erlangga Masdiana adalah menghidupkan kembali penembak misterius atau sering diistilahkan dengan petus yang pernah membuat pelaku kejahatan ciut pada era tahun 80-an.

Namun kalau petrus mau dihidupkan lagi,  Erlangga mengingatkan kerja intelejen harus benar fokus agar tidak menimbulkan kontraproduktif.

“Memang perlu pembicaraan khusus sebelum menghidupkan kembali ‘petrus’.  Namun terapy ini patut dipikirkan agar warga tidak takut,"kata Kriminolog UI, Erlanggar Masdiana saat berbincang dengan RRI Jakarta, Selasa (10/4/2012).

Banyak penyebab orang melakukan tindak kejahatan. Selain latar belakang ekonomi, desaign kota seperti Jakarta menurut Erlangga rawan akan tindak kejahatan.

Setelah  perampokan terhadap minimarket mulai teratasi, aksi kejahatan berupa pembobolan rumah makin mengerikan.  Di Parung Serab Cileduk, diperbatasan ibu kota dengan Tangerang Selatan, dengan menggunakan senjata api dan pisau, tiga kelompok bercadar menyatroni rumah warga. Selain menggasak perhiasan senilai Rp 20 juta dan uang tunai Rp 1 juta, perampok membawa kabur mobil APV dan sebuah motor.  Tidak hanya perampokan, warga juga dikejutkan dengan aksi penganiayaan yang diduga keras dilakukan kelompok geng motor. (bp-a1/hy=a1)

Last Updated on Tuesday, 10 April 2012 15:51